Kelas 3

PROSES PEMBENTUKAN TANAH

Pastilah teman-teman semua tahu dan pernah melihat tanah kan? Tanah tersebut adalah asalnya dari bebatuan. Batu-batuan tersebut kemudian mengalami proses pelapukan hingga menjadi butiran-butiran yang halus. Selanjutnya butiran-butiran halus tersebut mengumpul menjadi tanah. Jenis batu-batuan di bumi sangat banyak. Untuk masing-masing jenis batu memiliki tingkat pelapukan yang berbeda-beda. Berikut penjelasannya:

A. Jenis-jenis Batuan

Batuan merupakan salah satu dari komponen penyusun tanah. Terdapat berbagai jenis batuan dii permukaan bumi ini. Untuk masing-masing batuan mempunyai sifat dan ciri khusus. Perbedaan-perbedaan pada bebatuan tersebut sangat tergantung pada kandungan dari batuan yang bersangkutan. Berikut ini adalah contoh kandungan dalam bebatuan misalnya zat besi, nikel, tembaga, emas dan bahan-bahan yang lainnya. Bahan-bahan tersebut disebut sebagai mineral. Terbentuknya bebatuan terdapat 3 jenis batuan, antara lain batuan beku (batuan magma), batuan endapan (batuan sedimen), dan batuan malihan (batuan metamorf).

a. Batuan beku

Jenis batuan beku ini terbentuk dari pembekuan lava atau magma. Lava dalam bentuk cair yang keluar dari gunung berapi. Kemudian lava cair tersebut akan mengalami pembekuan sehingga membentuk batuan beku. Terdapat 2 macam batuan beku yaitu batuan beku dalam dan batuan beku luar. Pengertian batuan beku dalam (intrusi) adalah batuan beku yang mengendap di bawah permukaan bumi. Sebagai contoh batuan beku dalam adalah batu apung dan batu granit. Sedangka pengertian batuan beku luar (ekstrusi) adalah batuan yang mengendap di atas permukaan bumi. Sebagai contoh batuan beku luar adalah aspal dan batu obsidian.

b. Batuan endapan/ sedimen

Jenis batuan endapan/sedimen ini terbentuk oleh karena adanya proses pengendapan. Adapaun bentuk batuan ini adalah berlapis-lapis. Sebagai contoh batuan endapan/ endapan adalah batu kapur, batu konglomerat, dan juga batu pasir.

c. Batuan malihan/ metamorf

Pengertian batuan malihan adalah batuan yang berasal dari perubahan batuan beku dan juga batuan endapan. Perubahan ini terjadi disebabkan karena adanya tekanan dan adanya panas. Sebagai contoh batuan malihan adalah batu marmer (berasal dari batu gamping). Contoh lainnya adalah batu tulis (berasal dari batu serpih).

B. Pelapukan Batuan menjadi Tanah

Tanah adalah merupakan hal yang sangat penting bagi makhluk hidup baik yang secara langsung maupun tidak langsung. Tanah terdiri dari bagian-bagian tertentu yang merupakan hasil dari pelapukan bahan dan juga sisa-sisa dari makhluk hidup. Pelapukan bisa terjadi disebabkan oleh karena adanya perbedaan suhu dan hujan. Pelapukan ini dikenal sebagai pelapukan fisika. Selain itu, pelapukan juga dikarenakan oleh karena makhluk hidup. Pelapukan semacam ini dikenal dengan nama pelapukan biologi. Batuan akan hancur dan lapuk bagi batuan yang mengalami pelapukan. Pelapukan tersebut terjadi selama berjuta-juta tahun.

a. Pelapukan fisika

Faktor alam adalah merupakan penyebab terjadinya pelapukan fisika. Sebagai contohnya adalah adanya faktor panas (suhu), angin dan juga air. Misalnya saja pada waktu terik matahari, batuan akan mengembang, sedangkan pada saat suhu dingin bebatuan akan menyusut. Kalau hal ini terjadi secara terus menerus maka batuan akan menjadi retak dan lama-kelamaan batuan teersebut akan pecah.

Begitu pula untuk batu yang sering terkena angin kencang akan mengakibatkan terjadinya pengikisan sehinggga batu mengakibatkan erosi dan batu menjadi padang pasir yang terbentang luas. Sedangkan untuk pelapukan karena air misalnya air hujan yang terus menerus akan mengakibatkan pengikisan pada bebatuan. Untuk contoh yang lainnya, ombak di laut membentur batu di pantai sehingga batuan menjadi terkikis.

b. Pelapukan biologi

Pelapukan yang disebabkan oleh karena kegiatan makhluk hidup dinamakan pelapukan biologi. Sebagai contoh pelapukan karena adanya tumbuhan atau lumut dan bakteri. Tumbuhan yang hidup di bebatuan dapat menyebabkan batu menjadi pecah.

c. Pelapukan kimia

Zat kimia adalah faktor terjadinya pelapukan kimia. Zat kimia tersebut contohnya oksigen, karbondioksida, dan uap air. Besi dapat berkarat disebabkan karena bereaksi dengan oksigen dan uap air. Batuan bisa terkikis dan lapuk disebabkan oleh air hujan yang secara alami mengandung asam dari karbondioksida. Keasaman dari air hujan bisa meningkat oleh gas-gas buangan dari industri contohnya belerang dioksida, yang mana belerang dioksida bisa bereaksi dengan uap air dan gas-gas lain yang ada di udara.

Kondisi tersebut bisa menyebabkan terjadinya hujan asam yang tentunya dengan adanya hujan asam tersebut akan semakin mempercepat terjadinya pelapukan kimia terhadap batuan. Pada umumnya, susunan tanah terdiri atas humus, butir tanah liat, pasir, kerikil. Seluruh bagian penyusun dari tanah tersebut adalah berasal dari hasil pelapukan batuan. Berikut ini adalah lapisan penyusun tanah.

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Check Also

Close
Close
Skip to toolbar